Kamis, 15 Januari 2015

Semangat Yang Tidak Terpatahkan

Tetesan keringat tidak dapat mempengaruhi semangatnya untuk berkerja.Tindakannya seakan memotivasi orang-orang yang memperhatikannya,tubuhnya yang lemah tidak menjadi beban dalam menjalani kesehariannya. Wanita berumur 59 tahun ini mempunyai satu anak laki-laki dan dua anak perempuan,ia tinggal di JL.Lodan Dalam Jakarta Utara.Sakinah menikah ketika berumur 22 tahun.Suaminya bernama Firman bekerja sebagai kuli bangunan telah meninggal dunia karena jatuh dari gedung sejak tujuh tahun menjalani pernikahannya sehingga ia harus menghidupi semua anaknya dengan bekerja sebagai tukang cuci pakaian sekaligus menyetrika hingga merapihkan pakaian yang dicucinya. Tidak ada niat dihatinya untuk menikah dengan laki-laki lain “hanya Firman dalam hati ini didunia dan akhirat”.Sakinah mempunyai dua anak perempuan yaitu Riska 21 tahun dan Ita 17 tahun.Riska telah menikah dan jarang menemui Ibunya karena tempat tinggal Riska jauh dari tempat tinggal Ibunya,sedangkan Ita masih duduk di bangku SMA kelas 3 dan hampir setiap hari saat pulang sekolah ia membantu pekerjaan Ibunya sehingga mengurangi beban pekerjaan Ibunya.Sakinah mendapat penghasilan Rp.30.000,- hingga 50.000,- dalam sehari,ia sangat berharap anaknya dapat menjalani hidup lebih baik darinya.Setiap rintangan yang menghadang tidak mematahkan semangatnya untuk tetap bekerja,hidup Sakinah memang tidak seberuntung orang-orang yang ada disekitarnya dan itulah yang membuat Ita lebih memilih untuk membantu ibu nya dari pada bermain dengan teman-temannya. Biaya hidup yang menjulang tinggi telah membuat Ibu Sakinah terkadang hidup kekurangan dan dia berfikir untuk mencari pekerjaan tambahan,setelah pulang kerja Ibu Sakinah hanya beristirahat selama satu atau dua jam dan setelah itu ia berjalan di sekitar rumah nya dan menawarkan para tetangga untuk dicuci dan disetrika pakaiannya.Seusai berkeliling kampung Sakinah bisa mendapat sedikitnya dua hingga lima pelanggan dan itu bisa menambah penghasilan tambahan untuknya. Sakinah sangat tegar dalam menjalani kehidupannya dan tidak pernah mengeluh dan tak pernah menyerah untuk bisa menghidupi keluarganya,ia berharap anaknya bisa mendapatkan gelar sarjana kelak dan mendapatkan jodoh yang baik bagi anaknya.Walaupun jauh dari harapan dan kecil kemungkinan untuk terjadi,namun ia yakin semua harapannya bisa tercapai kelak.